TAKSONOMI MEDIA

 

TAKSONOMI MEDIA

 

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Kelompok

Taksonomi Media

Disusun Oleh:

                                    Faizzah Amatullah                   (1201110009)

Maulana Nur                            (1201110010)

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

2013

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Salah satu bidang pengetahuan terapan yang diharapkan semakin memberi sumbangan bagi perkembangan pendidikan di tanah air ialah bidang teknologi. Kemampuan untuk memanfaatkan teknologi modern dalam upaya pengembangan, tentu saja sangat banyak tergantung pada jumlah dan kemampuan para ahli dalam bidang teknologi.

Dalam pengertian teknologi pendidikan, media atau bahan sebagai sumber belajar merupakan komponen dari sistem instruksional di samping pesan, orang, teknik latar dan peralatan. Pengertian media ini masih sering dikacaukan dengan peralatan. Media atu bahan adalah perangkat lunak (software) berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan mempergunakan peralatan. Peralatan atau perangkat keras (hardware) merupakan sarana untuk dapat menampilkan pesan yang terkandung pada media tersebut (AECT,1977).

Dengan masuknya berbagai pengaruh kedalam khazanah pendidikan seperti ilmu cetak mencetak, tingkah laku (Behaviorisme), komunikasi dan laju perkembangan teknologi elektronik, media dalam perkembangannya tampil dalam berbagai jenis dan format (modul cetak, film, televisi, film bingkai, film rangkai, program radio, komputer dan seterusnya) masing-masing dengan ciri-ciri dan kemampuannya sendiri.

  1. Rumusan Masalah
    1. Apa itu  Taksonomi..?
    2. Bagaimana pendapat Taksonomi Media menurut para ahli?
    3. Apa sajakah perbedaan Taksonomi menurut Pendapat Ahli..?

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. 1.     Pengertian Taksonomi

Kata taksonomi diambil dari bahasa Yunani tassein yang berarti untuk mengelompokkan dan nomos yang berarti aturan. Taksonomi dapat diartikan sebagai pengelompokan suatu hal berdasarkan hierarki (tingkatan) tertentu. Di mana taksonomi yang lebih tinggi bersifat lebih umum dan taksonomi yang lebih rendah bersifat lebih spesifik.

Adapun taksonomi dalam pendidikan, taksonomi dibuat untuk mengklasifikasikan tujuan pendidikan. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain, yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotor. Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks. Tingkah laku dalam setiap tingkat diasumsikan menyertakan juga tingkah laku dari tingkat yang lebih rendah. Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom dan kawan-kawan pada tahun 1956, sehingga sering pula disebut sebagai “Taksonomi Bloom”.

Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan, melalui saluran atau perantara tertentu, ke penerima pesan. Di dalam proses belajar mengajar pesan tersebut berupa materi ajar yang disampaikan oleh dosen/guru, sedang saluran atau perantara yang digunakan untuk menyampaikan pesan/materi ajar adalah media pembelajaran atau disebut juga sebagai media instruksional. Fungsi media pembelajaran dalam proses belajar mengajar adalah untuk : (1) memperjelas penyajian pesan agar tidak bersifat verbalistis, (2) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, (3) menghilangkan sikap pasif pada subjek belajar, (4) membangkitkan motivasi pada subjek belajar. Untuk mendapatkan gambaran yang agak rinci tentang macam-macam media pembelajaran, perlu diadakan pembahasan seperlunya tentang taksonomi media pembelajaran.

 2. Taksonomi Media Menurut Pendapat Ahli

  1. Taksonomi menurut Rudy Bretz

Bretz (1972) mengidentifikasikan ciri utama media menjadi tiga unsur, yaitu : suara, visual, dan gerak. Media visual sendiri dibedakan menjadi tiga, yaitu: gambar, garis, dan simbol, yang merupakan suatu bentuk yang dapat ditangkap dengan indera penglihatan. Di samping ciri tersebut, Bretz (1972) juga membedakan antara media siar (telecomunication) dan media rekam (recording), sehingga terdapat delapan klasifikasi media, yaitu:

1)      Media audio visual gerak,

2)      Media audio visual diam,

3)      Media visual gerak,

4)      Media visual diam,

5)      Media semi gerak,

6)      Media audio, dan

7)      Media cetak.

         2. Hirarki Media Menurut Duncan

Duncan menyusun taksonomi media menurut hirarki pemanfaatannya untuk pendidikan.Dalam hal ini hirarki disusun menurut tingkat kerumitan perangkat media. Semakin tinggi satuan biaya, semakin umum sifat penggunaannya. Namun sebaliknya kemudahan dan keluwesan penggunaannya, semakin luas lingkup sasarannya.

         3. Taksonomi Media Menurut Briggs

Taksonomi oleh Briggs lebih mengarah kepada karakteristik siswa, tugas instruksional, bahan dan transmisinya. Briggs mengidentifikasikan tiga macam media yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar antara lain: objek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pelajaran terprogram, papan tulis, media transparansi, film bingkai, film rangkai, film gerak, televisi dan gambar.

        4. Taksonomi Media Menurut Edling

Menurut Edling media merupakan bagian dari unsur-unsur rangsangan belajar, yaitu dua unsur untuk pengalaman visual meliputi kodifikasi subjek audio, dan kodifikasi objek visual, dua unsur pengalaman belajar tiga dimensi, meliputi: pengalaman langsung dengan orang, dan pengalaman langsung dengan benda-benda Dipandang dari banyaknya isyarat yang diperlukan, pengalaman subjektif, objektif, dan langsung menurut Edling merupakan suatu kontinum kesinambungan pengalaman belajar yang dapat disejajarkan dengan kerucut pengalaman menurut Edgar Dale.

 3.     Perbedaan Pendapat Para Ahli Tentang Taksonomi Media

Dari Beberapa pendapat ahli media ternyata terdapat perbedaan mengenai taksonomi media berikut perbedaan pendapat pada rahli media

Perbedaan

Menurut

Pendapat

Penekanan Pendapat

Rudy Bretz

Mengklasifikasikan  ciri utama media menjadi 3 unsur yaitu: visual, suara dan Gerak

Mengklasifikasikan media menjadi 8 yaitu : Media audiovisual gerak, media audio visual diam, media visual gerak, media visual diam, media semi gerak, madia audio, media cetak

Rudy bretz menekanan Pada media yang digunakan dalam mengajar

Duncan

Hierarki media menurut Duncan memepertimbang kan aspek aspek antar lain : biaya, kelangkaan, keluesan, cakupan sasaran, pengadaan, kemudahan Duncan menekankan pada pemanfaatan media dalam pemanfaatanya dalam pendidikan menurut kerumitan perangkat media. Semakin tinggi satuan biaya, sekin umum sifat penggunanya, sebaliknya semakin mudah dan luwes penggunanya, maka semakin mudah dan luwes penggunanya.

Briggs

Briggs mengidentifikasi media menjadi 13 yaitu : obyek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pembelajaran terprogram, papan tulis, media transparansi, film rangkai, film , Tv, Gambar TV Briggs lebih mengarah pada karakteristik siswa, tugas instruksional, bahan dan transmisinya. serta stimulus respon yang tercipta dari media tersebut

Gagne

Gagne membuat 7 macam pengelompokanmedia yairu : benda untuk didemonstrasikan, komunikasilisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, film bersuara, dan mesin belajar. Gagne menekankan pada kemampuan siswa memenuhi fungsi menurut tingkatan hierarki belajar yang dikembangkan

Schramm

Mengklasifikasikan media menjadi media yang mahal, murah dan sederhana Penekanan media menurut Schramm berdasarkan kerumitan media dalam penggunaanaya.

Endling

Menurut Edling media merupakan bagian dari 6 unsur rangsangan belajar, yaitu dua untuk penglaman  audio yanag meliputi modifikasi visual dan modifikasi obyektif audio Dalam hal pemilihan media menurut kemampuan siswa berdasarkan kerucut pengalaman menurut edgar dale

BAB III

PENUTUP

  1. C.   Kesimpulan

Taksonomi Media merupakan pengelompokkan suatu media atau teknologi yang berhubungan dengan pendidikan. Adapun taksonomi dalam pendidikan, taksonomi dibuat untuk mengklasifikasikan tujuan pendidikan. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa domain, yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotor. Dari setiap ranah tersebut dibagi kembali menjadi beberapa kategori dan subkategori yang berurutan secara hirarkis (bertingkat), mulai dari tingkah laku yang sederhana sampai tingkah laku yang paling kompleks.

DAFTAR PUSTAKA

Sadiman, Arief S. 2011. Media Pendidikan. Jakarta : PT. RAJAGRAFINDO PERSADA.

http://estehgulabatu.wordpress.com/2011/11/10/taksonomi-media/

http://diditnote.blogspot.com/2013/01/klasifikasi-media-pembelajaran.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s