Perkembangan Anak

MAKALAH PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Ilmu pendidikan Anak Oleh

Anita Rosalina, M.Pd

Disusun Oleh:

Miswahyuningsih         (1201110008)

Faizzah Amatullah       (1201110009)

Maulana Nur                (1201110010)

            Anis Laksadewi                       (1201110011)

Siti Nur Izzati               (1201110012)

Ismi indiyanti               (1201110013)

Bias oktawati utami     (1201110014)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO

2012

 

BAB I

PENDAHULUAN    

 

1.1. Latar belakang

 

Anak merupakan titipan tuhan yang harus kita jaga dan kita didik agar ia menjadi manusia yang berguna. Secara umum anak mempunyai hak,kewajiban dan kesempatan untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki terutama dalam bidang pendidikan.

Setiap anak dilahirkan bersamaan dengan potensi-potensi yang dimilikinya. Potensi dari diri anak merupakan tugas orang tua dan guru untuk dapat menemukan potensi tersebut. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.

Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan. Periode ini merupakan masa – masa berharga bagi seorang anak untuk mengenali berbagai macam fakta di lingkungannya sebagai stimulans terhadap perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif maupun sosialnya.Untuk itu pendidikan untuk usia dini dalam bentuk  pemberian rangsangan-rangsangan (stimulasi) dari lingkungan terdekat sangat diperlukan untuk mengoptimalkan kemampuan anak. Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumberdaya manusia. Tidak heran apabila banyak negara yang prihatin terhadap penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.

Memang Pendidikan Anak Usia Dini bukanlah satu-satunya yang paling penting bagi kesuksesan seorang anak di masa depan. Namun, hal tersebut merupakan satu diantara banyak hal penting yang harus diperhatikan. Karena kematangan pendidikan sejak usia dini sangat berpengaruh bagi perkembangan anak dari berbagai aspek kecerdasan. Selain itu dengan Pendidikan Anak Usia Dini, anak akan menjadi lebih matang dan siap dalam menghadapi dunia sekolah.

Pendidikan anak usia dini merupakan tempat yang tepat dan cukup dibutuhkan anak untuk menghadapi masa depannya. Pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. Di lembaga pendidikan anak usia dini, anak-anak sudah diajarkan dasar-dasar cara belajar. Tentunya di usia dini, mereka akan belajar pondasi-pondasinya. Mereka diajarkan dengan cara yang mereka ketahui, yakni lewat bermain. Tetapi bukan sekadar bermain, tetapi bermain yang diarahkan. Lewat bermain yang diarahkan, mereka bisa belajar banyak, cara bersosialisasi, problemsolving (memecahkan masalah), negosiasi, manajemen waktu, resolusi konflik, berada dalam grup besar/kecil, kewajiban sosial, serta dapat belajar berbagai macam bahasa.

Anak adalah amanah Allah kepada orangtua, dan sebagai orangtua kita dituntut memberikan pendidikan yang semaksimal mungkin, tentunya sebagai umat muslim kita memberikan pendidikan itu sejalan dengan pedoman dasar yang bersifat hakiki yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadist. Sebagai pendidik dan orangtua yang bertanggungjawab terhadap pendidikan anak-anaknya, maka diperlukan beberapa metode-metode pengembangan pembelajaran agama Islam yang harus dimiliki oleh pendidik agar dalam proses pendidikan itu menghasilkan generasi muslim yang mencerminkan nilai-nilai Islami baik sisi spiritual maupun mentalnya.

 

1.2. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana Pola belajar pada anak usia dini
  2. Bagaimana islam mengajarkan tentang anak usia dini
  3. Karakteristik perkembangan anak usia dini

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pola belajar anak usia dini

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini. PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dimasa sekarang sangat penting bagi tumbuh kembang anak-anak kita, khususnya di usia 0 sampai dengan 6 tahun. Hal ini sangat penting untuk perkembangan anak khususnya dalam perkembangan perilaku, bakat, pengetahuan. Pada masa-masa usia tersebut anak sangat peka dengan segala sesuatu dilingkungannya. Apabila lingkungan mengajarkan hal yang positif mengarah ke perilaku yang membuat anak terdidik dengan baik, maka anak akan terbentuk baik pila pola pendidikan dan perilakunya. Untuk itu diperlukan pola pembelajaran yang tepat bagi anak usia dini.

Kebanyakan orangtua belum dapat mengamati proses tumbuh kembang anaknya secara utuh. Padahal, masa tumbuh kembang adalah tahapan awal dalam proses hidup seorang anak yang amat sensitif dan peka. Sifat kelembutan dan penuh kasih sayang merupakan modal utama bagi orangtua dalam mengasuh putra-putrinya secara optimal. Proses pertumbuhan anak hingga remaja adalah proses yang penuh menyenangkan dan membahagiakan..tapi terkadang juga pada masa anak-anak mereka banyak mengalami kesulitan misalnya anak itu rewel dsb, hal Inilah bagi orangtua, disarankan agar mendidik buah hatinya dengan cinta-kasih dan penuh pengertian tentang kemauan dan karakter anak. Karena itu, dalam keadaan suka maupun duka, orangtua harus mampu menunjukkan kearifan budinya dengan penuh kesabaran, kejelian, keuletan dan kedewasaan.

  1. Islam mengajarkan anak usia dini

Anak adalah aset bagi orang tua, dan di tangan orang tualah anak-anak tumbuh dan menemukan jalan-jalannya anak merupakan fondasi yang paling mendasar bagi terbentuknya sebuah bangunan masyarakat. Anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan yang bersifat unik, dalam arti memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan (koordinasi motorik halus dan kasar), inteligensi (daya pikir, cipta, kecerdasan emosi, spiritual), sosial, emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak.

Anak merupakan invests unggul untuk melanjutkan kelestarian peradaban sebagai penerus bangsa, maka haruslah diperhatikan pendidikan dan hak-haknya. Orang tua memiliki tugas yang amat penting dalam menjaga dan memperhatikan hak-hak anak. Menurut islam bahwa makhluk yang paling dicintai allah adalah anak-anak, sebagaimana ditegaskan oleh rasulullah, bahwa sesungguhnya allah tidak murka lantaran sesuatu sebagaimana dia murka lantaran (penindasan atas ) para waita dan anak-anak.

Islam menyatakan bahwa usaha orangtua dan para pendidik dalam membina dan mendidik anak serta memenuhi kebutuhan mereka adalah sama dengan ibadah dan bejuang dijalan allah. Dan rasulullah bersabda bahwa satu hari bagi seorang pemimpin yang (bersikap) adil jauh lebih baik dari pada ibadah dari 70tahun. Setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin bertanggung jawab terhadap orang yang dipimpinnya. Bertahan dan tabah dalam menghadapi kesulitan kehidupan rumah tagga dan anak merupakan jihad dijalan Allah.

Aktivitas belajar sangat terkait dengan proses pencarian ilmu. Islam sangat menekankan terhadap pentingnya ilmu. Al-qur’an dan Al- sunnah mengajak kaum muslimin untuk mencari dan mendapatkan ilmu dan kearifan (wisdom), serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat yang tinggi. Di dalam al-Qur’an, kata al-‘ilm dan kata-kata jadiannya digunakan lebih dari 780 kali. Beberapa ayat pertama, yang diwahyukan kepada Rasulullah saw., menyebutkan pentingnya membaca, pena, dan ajaran untuk manusia: “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah. Dan Tuhanmullah yang paling pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-‘Alaq/96:1-5)”.

 

  1. Karakteristik perkembangan anak usia dini

Anak usia dini memiliki karakteristik yang khas, baik secara fisik, psikis, sosial, moral dan sebagainya. Masa kanak-kanak juga masa yang paling penting untuk sepanjang usia hidupnya. Sebab masa kanak-kanak adalah masa pembentukan pondasi dan masa kepribadian yang akan menentukan pengalaman anak selanjutnya. Sedemikian pentingnya usia tersebut maka memahami karakteristik anak usia dini menjadi mutlak adanya bila ingin memiliki generasi yang mampu mengembangkan diri secara optimal. Pengalaman yang dialami anak pada usia dini akan berpengaruh kuat terhadap kehidupan selanjutnya. Pengalaman tersebut akan bertahan lama. Bahkan tidak dapat terhapuskan, walaupun bisa hanya tertutupi. Bila suatu saat ada stimulasi yang memancing pengalaman hidup yang pernah dialami maka efek tersebut akan muncul kembali walau dalam bentuk yang berbeda. Beberapa hal menjadi alasan  pentingnya memahami karakteristik anak usia dini. Sebagian dari alasan tersebut dapat diuraikan sebagaimana berikut :

a)      Usia dini merupakan usia yang paling penting dalam tahap perkembangan manusia, sebab usia tersebut merupakan periode diletakkannya dasar struktur kepribadian yang dibangun untuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu perlu pendidikan dan pelayanan yang tepat.

b)       Pengalaman awal sangat penting, sebab dasar awal cenderung bertahan dan akan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya, disamping itu dasar awal akan cepat berkembang menjadi kebiasaan. Oleh karena itu perlu pemberian pengalaman awal yang positif.

c)       Perkembangan fisik dan mental mengalami kecepatan yang luar biasa, dibanding dengan sepanjang usianya. Bahkan usia 0 – 8 tahun mengalami 80% perkembangan otak dibanding sesudahnya. Oleh karena itu perlu stimulasi fisik dan mental. Ada banyak hal yang diperoleh dengan memahami karakteristik anak usia dini antara lain :

–          Mengetahui hal-hal yang dibutuhkan oleh anak yang bermanfaat bagi perkembangan hidupnya.

–          Mengetahui tugas-tugas perkembangan anak sehingga dapat memberikan stimulasi kepada anak agar dapat melaksanakan tugas perkembangan dengan baik.

–          Mengetahui bagaimana membimbing proses belajar anak pada saat yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.

–           Menaruh harapan dan tuntutan terhadap anak secara realistis.

–           Mampu mengembangkan potensi anak secara optimal sesuai dengan keadaan dan  kemampuan.

d)      Usia 0-1 tahun

–          Pengembangan fisik, Dapat menggerakkan anggota tubuhnya dalam rangka latihankelenturan otot tangan, otot punggung dan otot kaki.

–          Pengembangan kognitif, Merespon berbagai reaksi (suara, cahaya, gerak, rangsangan) darilingkungan sekitar dan mengenal benda-benda yang ada di sekitar

–           Pengembangan bahasa, Dapat mereaksi terhadap suara atau bunyi dan mengeluarkan suarasuara

–          Pengembangan sosial emosional, Mengenal dan bereaksi terhadap rangsangan dan dapatmengungkapkan emosi yang wajar

–           Pengembangan seniBergerak bebas mengikuti irama musikb.

e)      Usia 1-3 tahun

–           Pengembangan fisik, Dapat menggerakkan anggota tubuhnya dalam rangka latihankelenturan otot punggung dan kaki serta meningkatkan keseimbangan

–           Pengembangan kognitif, Mengenal dan memahami berbagai konsep sederhana dalamkehidupan sehari-hari

–          Pengembangan bahasa, Dapat bereaksi terhadap suara atau bunyi yang didengarnya, mengertiisyarat dan perkataan orang lain serta mengucapkan keinginannyadalam bentuk tingkah laku dan ucapan sederhana.

–          Pengembangan sosial emosional, Menaruh minat dan percaya terhadap orang lain dan mampumengekspresikan emosinya, dapat berpisah dari ibunya dan mulaimengenal kebersihan.

–          Pengembangan moral dan agama, Dapat mengucapkan do’a pendek dan meniru tingkah orang dewasadalam beribadat.

–          Pengembangan seni, Dapat menggerakkan tubuhnya untuk melakukan berbagai gerakansesuai dengan irama musik, menciptakan berbagai kreasi sesuai yangdicontohkan.

f)       Usia 4-6 tahun

–           Pengembangan fisik, Dapat menggerakkan anggota tubuhnya dalam rangka latihankelenturan otot, dan terjadinya koordinasi mata dan tangan sebagai persiapan untuk menulis.

–          Pengembangan kognitif, Dapat mengenali, membandingkan, menghubungkan, menyelesaikanmasalah sederhana dan mempunyai banyak ide tentang berbagaikonsep-konsep dan gejala sederhana yang ada di lingkungan.

–          Pengembangan bahasa, Dapat berkomunikasi secara lisan untuk menjawab pertanyaan,bercerita, memberi informasi dan menulis dengan simbol yangmelambangkannya serta memperkaya penguasaan kosakata.

–          Pengembangan sosial emosional, Mudah bergaul dan bekerjasama dengan orang lain serta mulai dapatmengendalikan emosinya.

–           Pengembangan modal dan agama, Dapat melakukan ibadah, terbiasa mematuhi aturan dan dapat hidupbersih.

–           Pengembangan seni, Dapat mengungkapkan gagasan dan mencipta berbagai kreasi denganmenggunakan berbagai media.

Menurut Montessori, paling tidak ada beberapa karakteristik pada anakusia dini, antara lain:

  1.  Sejak lahir sampai usia 3 tahun, anak memiliki kepekaan sensoris dandaya pikir yang sudah mulai dapat menyerap pengalaman-pengalamanmelalui sensorinya.
  2. sia satu setengah tahun, sampai kira-kira 3 tahun, mulai memilikikepekaan bahasa dan sangat tepat untuk mengembangkan bahasanya(berbicara, bercakap-cakap).
  3.  Masa usia 2-4 tahun, gerakan-gerakan otot mulai dapat dikoordinasidengan baik, untuk berjalan maupun untuk bergerak yang semi rutin danyang rutin, berminat pada benda-benda kecil dan mulai menyadari adanyaurutan waktu (pagi, siang, sore dan malam).
  4.  Rentang usia 3 sampai 4 tahun memiliki kepekaan untuk peneguhansensoris, semakin memiliki kepekaan indrawi, khusus pada usia sekitar 3-4 tahun memiliki kepekaan menulis dan pada usia 4-6 tahun memilikikepekaan yang bagus untuk membaca.Meskipun setiap anak bersifat unik, mereka memiliki kecepatanperkembangan yang berbeda, namun pada dasarnya terdapat karakteristiktertentu yang mewarnai perilaku mereka pada setiap tahapnya. Pada anak prasekolah, karakteristik perilaku yang jelas terlihat adalah konsep diri yangmulai berkembang. di samping itu, egosentrisme juga mewarnai perilakuanak-anak usia 3-6 tahun. Adapun belajar berempati dan imajinasi yang kainberkembang merupakan karakteristik mereka yang lain.

BAB III

KESIMPULAN

Seperti yang kita telah menegaskan seluruh seri artikel ini perkembangan, setiap anak berkembang dengan kecepatan sendiri. Banyak faktor, baik internal maupun eksternal, dapat mempengaruhi tingkat anak-anak dari perkembangan emosional. Secara internal, temperamen (komponen bawaan atau genetik dari kepribadian individu) dapat mempengaruhi bagaimana anak menanggapi dunia emosional. Anak-anak yang memiliki lebih santai temperamen cenderung memiliki waktu yang lebih mudah belajar untuk mengatur emosi mereka sendiri serta untuk merespon emosi orang lain lebih positif. Anak-anak yang memiliki temperamen sulit atau lambat-to-hangat-up cenderung berjuang untuk mengatur emosi mereka sendiri dan biasanya akan bereaksi terhadap emosi yang kuat orang lain dengan menjadi tertekan sendiri. Secara eksternal, peran model dan lingkungan juga akan mempengaruhi bagaimana anak bereaksi terhadap dunia emosional. Teori ekologi Bronfenbrenner ini membahas mikro, meso, dan makro-tingkat pengaruh. Selama anak usia dini, tingkat langsung, atau mikro, lingkungan anak terdiri dari keluarga dan pengasuh langsung seperti guru dan pengasuh. Anak-anak dengan pengasuh yang menunjukkan kehangatan, kasih sayang, pengertian, serta perhatian yang tulus terhadap orang lain dan membantu juga akan belajar untuk menunjukkan empati dan pro-sosial perilaku masa kanak-kanak kemudian, remaja, dan dewasa. Anak-anak yang menyaksikan pengasuh pemodelan respon emosional sebagian besar marah, menghukum, dan dingin akan berjuang lebih untuk mengembangkan empati dan perilaku prososial

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s