KATA PENGANTAR

 

Segala puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, yang telah memberikan hidayah dan inayahNya, sehingga kita dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar, dengan judul “DEMOKRASI MENURUT PANDANGAN ISLAM”

Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan,maka saran dan kritik dapat menyempurnakan makalah ini.

Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak,khususnya para pendidik anak usia dini.

 

 

 

Purwokerto, 27 April 2013

 

 

Tim penulis

 BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    LATAR BELAKANG

Pada Saat ini banyak sekali Negara yang menganut Sistem Demokrasi sebagai sistem pemerintahannya. Demokrasi sendiri artinya sistem yang berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi sering diartikan sebagai penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, partisipasi dalam pengambilan keputusan, dan persamaan hukum. Dalam tradisi Barat, demokrasi didasarkan pada penekanan bahwa rakyat seharusnya menjadi pemerintah bagi dirinya sendiri dan wakil rakyat seharusnya menjadi pengendali yang bertanggung jawab terhadap tugasnya. Oleh karena rakyat tidak mungkin rakyat mengambil keputusan karena jumlah terlalu besar maka dibentuklah dewan perwakilan rakyat.

Sistem ini popular karena melibatkan masyarakat merupakan komponen utamanya. Pemerintah dipilh langsung oleh rakyat yang berfungsi sebagai penyalur aspirasi dan membuat kebijakan untuk kepentingan rakyat demi kesejahteraan rakyat. Sistem Demokrasi juga digunakan di Indonesia dengan berdasarkan Pancasila. Indonesia memiliki Badan Legislatif yang anggotanya merupakan wakil rakyat. Rakyat juga berwenang untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden secara langsung. Dalam Islam, demokrasi sudah diajarkan oleh Rasulullah.

  1. B.     PERUMUSAN MASALAH
    1. Pengertian Demokrasi..?
    2. b.      Bagaimana Pandangan Ulama Tentang Demokrasi..?
    3. c.       Apa Persamaan dan Perbedaan Islam dan demokrasi..?
    4. d.      Apa Sajakah Demokrasi dalam Pandangan islam..?
    5. e.       Perbedaan Pendapat mengenai Demokrasi ..?
  2. C.    TUJUAN

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui Sistem Demokrasi dari sudut pandang Agama Islam.

 

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Demokrasi

Kata demokrasi yang bahasa Inggrisnya democracy berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu demos yang artinya rakyat, dan kratos berarti pemerintahan. Dalam pengertian ini, demokrasi berarti demokrasi langsung yang dipraktikkan di beberapa negara kota di Yunani kuno. Dengan demikian, demokrasi dapat bersifat langsung seperti yang terjadi di Yunani kuno, berupa partisipasi langsung dari rakyat untuk membuat peraturan perundang-undangan, atau demokrasi tidak langsung yang dilakukan melalui lembaga perwakilan. Demokrasi tidak langsung ini cocok untuk negara yang penduduknya banyak dan wilayahnya luas.

Menurut Sadek. J. Sulayman, dalam demokrasi terdapat beberapa prinsip baku yang harus diaplikasikan dalam sebuah Negara demokrasi, di antaranya:

1)      Kebebasan berbicara bagi seluruh warga.

2)      Pemimpin dipilih secara langsung yang dikenal di Indonesia dengan pemilu.

3)      Kekuasaan dipegang oleh suara mayoritas tanpa mengabaikan yang minoritas.

4)      Semua harus tunduk pada hukum atau yang dikenal dengan supremasi hukum.

Prinsip prinsip ini sejalan dengan Islam. Kenyataan ini bisa dilihat dari beberapa hal, misalnya mekanisme kepemimpinan dalam Islam yang tidak dianggap sah kecuali bila dilakukan dengan bai’at secara terbuka oleh semua anggota masyarakat. Seorang khalifah sebagai pemimpin tertinggi tidak boleh mengambil keputusan dengan hanya dilandaskan pada pendapat dirinya belaka, ia harus mengumpulkan pendapat dari para cendikiawan atau ahli pikir dari anggota masyarakat.

 

  1. Pandangan Ulama tentang Demokrasi

Menurut Yusuf al-Qardhawi yaitu substansi demokrasi sejalan dengan Islam. Hal ini bisa dilihat dari beberapa hal, misalnya: Dalam demokrasi proses pemilihan melibatkan banyak orang untuk mengangkat seorang kandidat yang berhak memimpin dan mengurus keadaan mereka. Tentu saja mereka tidak akan memilih sesuatu yang tidak mereka sukai. Demikian juga dengan Islam. Islam menolak seseorang menjadi imam shalat yang tidak disukai oleh makmum di belakangnya, Usaha setiap rakyat untuk meluruskan penguasa yang tiran juga sejalan dengan Islam.Bahkan amar makruf dan nahi mungkar serta memberikan nasihat kepada pemimpin adalah bagian dari ajaran Islam, Pemilihan umum termasuk jenis pemberian saksi. Karena itu, barangsiapa yang tidak menggunakan hak pilihnya sehingga kandidat yang mestinya layak dipilih menjadi kalah dan suara mayoritas jatuh kepada kandidat yang sebenarnya tidak layak, berarti ia telah menyalahi perintah Allah untuk memberikan kesaksian pada saat dibutuhkan, Penetapan hukum yang berdasarkan suara mayoritas juga tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Contohnya dalam sikap Umar yang tergabung dalam syura.

Mereka ditunjuk Umar sebagai kandidat khalifah dan sekaligus memilih salah seorang di antara mereka untuk menjadi khalifah berdasarkan suara terbanyak. Sementara lainnya yang tidak terpilih harus tunduk dan patuh. Jika suara yang keluar tiga lawan tiga, mereka harus memilih seseorang yang diunggulkan dari luar mereka. Yaitu Abdullah ibn Umar. Contoh lain adalah penggunaan pendapat jumhur ulama dalam masalah khilafiyah. Tentu saja, suara mayoritas yang diambil ini adalah selama tidak bertentangan dengan nash syariat secara tegas, Juga kebebasan pers dan kebebasan mengeluarkan pendapat, serta otoritas pengadilan merupakan sejumlah hal dalam demokrasi yang sejalan dengan Islam.

  1. III.             Persamaan dan Perbedaan Islam dan Demokrasi
    1. Persamaan yang mempertemukan Islam dan demokrasi, diantaranya adalah :

–          Demokrasi diartikan sebagai sistem yang diikuti asas pemisahan kekuasaan, itu pun sudah ada di dalam Islam.

–          Demokrasi seperti definisi Abraham Lincoln : dari rakyat dan untuk rakyat pengertian itu pun ada di dalam sistem negara Islam dengan pengecualian bahwa rakyat harus memahami Islam secara komprehensif.

–          Demokrasi adalah adanya dasar-dasar politik atau sosial tertentu

–          Mengutamakan persamaan hak dan kewajiban dalam berbagai bidang kehidupan.

–          Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

–          Mengutamakan persamaan derajat dan kedudukan.

  1. Perbedaan Islam dan Demokrasi

Demokrasi yang sudah populer di Barat, definisi bangsa atau umat dibatasi batas wilayah, iklim, darah, suku-bangsa, bahasa dan adat-adat yang mengkristal. Akan tetapi menurut Islam, umat tidak terikat batas wilayah atau batasan lainnya. Ikatan yang hakiki di dalam Islam adalah ikatan akidah, pemikiran dan perasaan. Siapa pun yang mengikuti Islam, ia masuk salah satu negara Islam terlepas dari jenis, warna kulit, negara, bahasa atau batasan lain. Dengan demikian, pandangan Islam sangat manusiawi dan bersifat internasional.

Tujuan-tujuan demokrasi Barat adalah tujuan-tujuan yang bersifat duniawi dan material. Jadi, demokrasi ditujukan hanya untuk kesejahteraan umat (rakyat) atau bangsa dengan upaya pemenuhan kebutuhan dunia yang ditempuh melalui pembangunan, peningkatan kekayaan. Adapun demokrasi Islam selain mencakup pemenuhan kebutuhan duniawi (materi) mempunyai tujuan spiritual yang lebih utama dan fundamental.

Kedaulatan umat (rakyat) menurut demokrasi Barat adalah sebuah kemutlakan. Jadi, rakyat adalah pemegang kekuasaan tertinggi tanpa peduli kebodohan, kezaliman atau kemaksiatannya. Namun dalam Islam, kedaulatan rakyat tidak mutlak, melainkan terikat dengan ketentuan-ketentuan syariat sehingga rakyat tidak dapat bertindak melebihi batasan-batasan syariat, Al-Quran dan as-Sunnah tanpa mendapat sanksi.

Demokrasi bersifat tidak menentu (inkonsistensi) semua tergantung rakyat, sedangkan dalam Islam, syura berlandaskan nilai-nilai agama sifatnya tetap (konsisten) dan mutlak.

Menurut Dr. Dhiyauddin ar Rais mengatakan :

  1. Jika demokrasi diartikan sebagai sistem yang diikuti asas pemisahan kekuasaan, itu pun sudah ada di dalam Islam. Kekuasaan legislatif sebagai sistem terpenting dalam sistem demokrasi diberikan penuh kepada rakyat sebagai satu kesatuan dan terpisah dari kekuasaan Imam atau Presiden. Pembuatan Undang-Undang atau hukum didasarkan pada alQuran dan Hadist, ijma, atau ijtihad. Dengan demikian, pembuatan UU terpisah dari Imam, bahkan kedudukannya lebih tinggi dari Imam. Adapun Imam harus menaatinya dan terikat UU. Pada hakikatnya, Imamah (kepemimpinan) ada di kekuasaan eksekutif yang memiliki kewenangan independen karena pengambilan keputusan tidak boleh didasarkan pada pendapat atau keputusan penguasa atau presiden, melainkan berdasarkan pada hukum-hukum syariat atau perintah Allah Swt.
  2. Demokrasi seperti definisi Abraham Lincoln: dari rakyat dan untuk rakyat pengertian itu pun ada di dalam sistem negara Islam dengan pengecualian bahwa rakyat harus memahami Islam secara komprehensif.
  3. Demokrasi adalah adanya dasar-dasar politik atau sosial tertentu (misalnya, asas persamaan di hadapan undang-undang, kebebasan berpikir dan berkeyakinan, realisasi keadilan sosial, atau memberikan jaminan hak-hak tertentu, seperti hak hidup dan bebas mendapat pekerjaan). Semua hak tersebut dijamin dalam Islam.
  4. Demokrasi yang sudah populer di Barat, definisi bangsa atau umat dibatasi batas wilayah, iklim, darah, suku-bangsa, bahasa dan adat-adat yang mengkristal. Dengan kata lain, demokrasi selalu diiringi pemikiran nasionalisme atau rasialisme yang digiring tendensi fanatisme. Adapun menurut Islam, umat tidak terikat batas wilayah atau batasan lainnya. Ikatan yang hakiki di dalam Islam adalah ikatan akidah, pemikiran dan perasaan. Siapa pun yang mengikuti Islam, ia masuk salah satu negara Islam terlepas dari jenis, warna kulit, negara, bahasa atau batasan lain. Dengan demikian, pandangan Islam sangat manusiawi dan bersifat internasional
  5. Tujuan-tujuan demokrasi modern Barat atau demokrasi yang ada pada tiap masa adalah tujuan-tujuan yang bersifat duniawi dan material. Jadi, demokrasi ditujukan hanya untuk kesejahteraan umat (rakyat) atau bangsa dengan upaya pemenuhan kebutuhan dunia yang ditempuh melalui pembangunan, peningkatan kekayaan atau gaji. Adapun demokrasi Islam selain mencakup pemenuhan kebutuhan duniawi (materi) mempunyai tujuan spiritual yang lebih utama dan fundamental.
  6. Kedaulatan umat (rakyat) menurut demokrasi Barat adalah sebuah kemutlak

 

  1. Demokrasi dalam Pandangan Agaman Islam

Diantara tipuan syaitan terhadap manusia, ialah menghiasi kebatilan dengan kebaikan: Syaithan menamai sesuatu yang haram yang merupakan maksiat terhadap Allah, dengan nama-nama yang disenangi jiwa manusia. Ini dimaksudkan untuk menipu mereka dan memalsukan hakekat sebenarnya. Seperti halnya pohon yang diharamkan itu dinamai dengan khuldi (kekekalan) supaya Adam memandang baik dan mau memakannya, disebutkan dalam Al Qur’an bahwa syaithan berkata:

يَبْلَىٰ لَّا وَمُلْكٍ الْخُلْدِ شَجَرَةِ عَلَىٰأَدُلُّكَ هَلْ آدَمُ يَا قَالَ الشَّيْطَانُ إِلَيْهِ فَوَسْوَسَ

Artinya : “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (Thaaha:120).

Dalam islam sendiri, tatanan pemerintahan tidak bersumber dari manusia, akan tetapi bersumber dari Allah SWT yang bertuang dalam Al – Quran. Sebenarnya islam telah lebih dulu melaksanakan demokrasi jauh sebelum adanya demokrasi Yunani. Demokrasi dalam islam terlebih dahulu muncul jauh dari demokrasi Yunani tercetus dan dikenal dengan istilah “syura”. Demokrasi dalam konsep islam tentu lebih jelas dalam demokrasi yang berasal dari Yunani tersebut.

  1. Perbedaan Pendapat Mengenai  Demokrasi
    1. golongan yang menolak tentang penerapan demokrasi, alasan mereka adalah Al-Qur’an surat Yusuf ayat 40

 

      ۚ سُلْطَانٍ مِنْ بِهَا اللَّهُ أَنْزَلَ مَا كُمْ وَآبَاؤُ أَنْتُمْ أَسْمَاءً أَسْمَاءً إِلَّا دُونِهِ مِنْ تَعْبُدُونَ مَا

يَعْلَمُونَ لَا النَّاسِ أَكْثَ وَلَٰكِنَّ الْقَيِّمُ الدِّينُ ذَٰلِكَ ۚ إِيَّاهُ إِلَّا تَعْبُدُوا أَلَّا أَمَرَ ۚ لِلَّهِ إِلَّا الْحُكْمُ إِنِ

“ Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama –      nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

  1. golongan yang mendukung demokrasi, alasan mereka adalah bahwa karena dalam demokrasi tercermin nilai-nilai agama seperti musyawarah.

–          Ciri Sistem Demokrasi dalam Pandangan Islam

  1. Berada di bawah payung agama Islam
  2. Rakyat diberi kebebasan untuk menyuarakan aspirasinya yang tentunya sesuai dengan nilai-nilai Islam
  3. Pengambilan keputusan senantiasa dilakukan dengan musyawarah
  4. Suara mayoritas tidak bersifat mutlak meskipun tetap menjadi pertimbangan utama dalam musyawarah
  5. Musyawarah hanya berlaku pada persoalan ijtihadi; manusia hanya boleh membahas mengenai masalah yang bersifat teknis, contohnya dalam kehidupan nyata.
  6. Produk hukum dan kebijakan yang diambil tidak boleh keluar dari nilai-nilai agama Islam
  7. Hukum dan kebijakan tersebut harus dipatuhi oleh semua warga

–          Prinsip-prinsip Demokrasi dalam Islam

 

Syura               suatu prinsip tentang cara pengambilan keputusan yang secara eksplisit ditegaskan dalam al-Qur’an.

QS. As-Syura:38

مَعْلُومٍ يَوْمٍ لِمِيقَاتِ السَّحَرَةُ فَجُمِعَ

 

Artinya : “ Lalu dikumpulkan para pesihir pada waktu (yang ditetapkan) pada hari yang telah ditentukan.”(QS. Asy-Syu’ara: 38)

QS. Ali Imran:159

 

      فَاعْفُ ۖحَوْلِكَ مِنْ لَانْفَضُّوا الْقَلْبِ غَلِيظَ فَظًّا كُنْتَوَلَوْۖ لَهُمْلِنْتَاللَّهِمِنَرَحْمَةٍفَبِمَا

     الْمُتَوَكِّلِينَيُحِبُّ اللَّهَ إِنَّ ۚاللَّهِ عَلَى فَتَوَكَّلْ عَزَمْتَ فَإِذَا  ۖالْأَمْرِ فِي وَشَاوِرْهُمْ لَهُمْ وَاسْتَغْفِرْ عَنْهُمْ

 

Artinya : “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Dalam praktik kehidupan umat Islam, lembaga yang paling dikenal sebagai pelaksana syura adalah ahl halli wa-l‘aqdi pada zaman khulafaurrasyidin. Lembaga ini lebih menyerupai tim formatur yang bertugas memilih kepala negara atau khalifah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s